seakan badai didepan mata
siap memathkan tulang
aku tak kuasa berkata
hati rusak penuh bolong melompong
bodohnya alu tidak menahan
kemarin hanya sebuah nafsu
dan kini membuat kepala jatuh
aku tidak mampu berkata
walau kemarin dan sekarang
aku hidup dalam canda dan tawa
itu semua palsu belaka
karena sampai saat ini aku tak berkata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar