Selasa, 14 Januari 2014

Dik

Aku mendengar tangis di subuh hari Aku melihat dengan sedikit mengintip dari tirai pintumu Engkau terbangun ibu Terbangun bagaikan bak udara segar Engkau dengan sigap memeluk anakmu Sigap seperti air susumu yang membawanya tetidur kembali Ibu Ya.. sekarang engkau mnjadi ibu adik-ku Aku bertanya dalam hati Apa yang kau harapkan dari anakmu? Apa kau mampu mengerti apa yang dirasakan ayah dan ibumu waktu itu? Apa kau sudah siap jika anakmu tak mampu membahagiakanmu karena harapanmu? Dan apakah kau mampu jika kelak anakmu hidup dengan penuh dosa? Apa yang kau persiapkan tentang hidup yang penuh dengan tanda Tanya ini? Kini…. Engkau seorang ibu Duhai adik tersayangku Aku berdoa kepada ilahi Berdoa agar kau siap mengahadapi masa depanmu dengan suami dan anakmu Aku juga bercerita kepada tuhan Bahwa adik-ku Adalah surge keluargaku Bahwa adik-ku adalah nafasku Bahwa adik-ku adalah segala-galanya Dan… Adik-ku adalah wanita yang lemah Lemah karena ia tak mampu meninggalkan aku dan keluargaku Tuhan.. Darahku dan darahnya adalah Satu Kami terlahir dari mani ayahku Yang dibuahi dirahim ibuku Yang kemudian kami keluar dari rahim ibuku Aku mohon kepadamu tuhan Jika dia merasakan sakitnya hidup ini Aku mohon bagikan sakit itu padaku Tuhan bukan berarti aku melawan kehendakmu Tapi aku hanya ingin menjadi kaka yang selalu ada untuknya Karena engkau memahami betapa jauhnya kami saat ini Dik.. Tulus dan ikhlaslah Terus tersenyum untuk pangeran yang menjagamu Keringat pangeranmu hanya mampu dihapus oleh doa dan senyum-mu Dik.. Selamat kin kau menjadi seorang ibu Dan kelak aku akan menjadi seorang bapak. Minggu, 11 agustus 2013 sukoharjo by. MAR-KAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar